SINJAI,- Mewakili Bupati Sinjai, Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, membuka secara resmi Pelatihan Berbasis Kompetensi melalui program "Tailor Made Training" (TMT) BBPVP Makassar yang berlangsung di Auditorium Andi Azikin, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Sinjai bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar serta lembaga pelatihan kerja di Kabupaten Sinjai.
Dalam sambutannya, Andi Jefrianto Asapa menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten, produktif, dan berdaya saing. Sebanyak 368 putra-putri terbaik Kabupaten Sinjai menjadi sasaran dalam upaya peningkatan kompetensi melalui program tersebut. “Hari ini kita tidak sekadar membuka sebuah kegiatan pelatihan, tetapi juga menandai dimulainya sebuah ikhtiar besar untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan berdaya saing. Ini merupakan cerminan besarnya harapan sekaligus tanggung jawab yang harus kita pikul bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa program *Tailor Made Training* dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata dunia usaha dan dunia industri. Karena itu, keberhasilan pelatihan vokasi tidak hanya diukur dari jumlah peserta atau sertifikat yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuan lulusan untuk terserap ke dunia kerja maupun menciptakan lapangan usaha secara mandiri. Ia mengajak seluruh peserta mengikuti setiap materi, praktik, dan bimbingan instruktur dengan sungguh-sungguh agar keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal memasuki dunia kerja.
Lebih lanjut, Sekda Sinjai mengungkapkan bahwa Kabupaten Sinjai memiliki potensi ekonomi yang besar, didukung oleh 45.199 unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di berbagai sektor. Selain itu, Sinjai memiliki komoditas unggulan seperti kakao, rumput laut, dan kopi, serta potensi sektor pariwisata, pertanian, perikanan, peternakan, dan ekonomi kreatif yang dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Menurutnya, potensi daerah tersebut harus didukung oleh sumber daya manusia yang terampil dan inovatif agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. Ia berharap program TMT dapat melahirkan wirausahawan baru yang mampu mengolah potensi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Upaya ini sejalan dengan visi Kabupaten Sinjai, yakni “Sinjai Maju, Sejahtera, Mandiri, dan Berkeadilan”, yang diwujudkan melalui semangat SAMA-SAMAKI, yakni bekerja sama dan berkolaborasi.
Kepada Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Sinjai, ia meminta agar pelaksanaan pelatihan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan pascapelatihan, penguatan kemitraan dengan dunia usaha dan industri, serta fasilitasi akses permodalan bagi peserta yang ingin berwirausaha. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BBPVP Makassar dan seluruh lembaga pelatihan kerja yang telah berkolaborasi dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja di Kabupaten Sinjai.
“Ukuran keberhasilan kita bukan sekadar berapa banyak orang yang dilatih, tetapi berapa banyak yang benar-benar bekerja setelah mengikuti pelatihan atau mampu membangun usaha secara mandiri. Teruslah belajar, berinovasi, dan jangan takut memulai usaha. Mari kita jadikan program ini sebagai pelatihan vokasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan mendukung kemajuan Kabupaten Sinjai,” tutupnya.