SINJAI,- Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kabupaten Sinjai, Drs. A. Ilham Abubakar, membuka Rapat Koordinasi Multipihak dan Pembentukan Tim Pelaksana Daerah (TPD) Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD PKSB) Tahun 2025–2029 Kabupaten Sinjai. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Selasa (20/10/2026).
Dalam sambutannya, A. Ilham Abubakar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam mendorong pembangunan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan di Kabupaten Sinjai.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki arti penting dan strategis, tidak hanya sebagai forum koordinasi, tetapi juga menjadi momentum untuk menyatukan komitmen, menyelaraskan kebijakan, serta memperkuat kerja sama antarpemangku kepentingan dalam pengembangan sektor perkebunan kelapa sawit yang produktif, berdaya saing, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
“Sektor perkebunan merupakan salah satu bidang yang memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat perekonomian perdesaan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengembangan sektor perkebunan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Selain itu, pengembangan perkebunan harus tetap memperhatikan aspek lingkungan serta tata kelola yang baik.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa RAD PKSB 2025 2029 merupakan instrumen perencanaan strategis yang diharapkan dapat menjadi pedoman bersama bagi pemerintah daerah, pekebun, pelaku usaha, dan seluruh unsur terkait dalam mewujudkan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang lebih baik.
“Saya berharap seluruh peserta dapat menyampaikan pandangan, masukan, dan rekomendasi berdasarkan pengalaman serta kondisi nyata di lapangan. Saya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun komitmen bersama bahwa keberhasilan RAD PKSB Tahun 2025–2029 merupakan tanggung jawab kolektif,” jelasnya.
A. Ilham menambahkan, Pemerintah Daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Diperlukan sinergi dan kolaborasi dengan masyarakat, pelaku usaha, kelompok pekebun, akademisi, serta berbagai pihak lainnya.
“Semoga upaya yang kita lakukan bersama ini dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk mewujudkan Kabupaten Sinjai yang semakin maju, sejahtera, berdaya saing, dan berkelanjutan,” pungkasnya.