SINJAI,-Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan sekaligus memastikan masyarakat di wilayah kepulauan mendapatkan akses terhadap berbagai program pemberdayaan dan bantuan sosial.
Hal tersebut disampaikan Bupati Sinjai saat menghadiri penyaluran bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sinjai kepada masyarakat Kecamatan Pulau Sembilan yang berlangsung di Aula Puskesmas Pulau Sembilan, Kamis (8/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Sinjai Drs. H. M. Tahir menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut di antaranya berupa 16 unit kasur antidecubitus bagi warga yang mengalami kondisi sakit dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan berbaring.
Sebanyak 16 penerima bantuan tersebut tersebar di empat desa, yakni Desa Pulau Harapan sebanyak sembilan orang, Desa Persatuan tiga orang, Desa Padaelo dua orang, dan Desa Buhung Pitue dua orang.
Selain kasur antidecubitus, BAZNAS Kabupaten Sinjai juga menyalurkan bantuan zakat kepada empat orang mustahik, bantuan untuk satu masjid di Desa Persatuan, serta 40 paket sembako kepada masyarakat di empat desa, masing-masing sebanyak 10 paket.
Sementara itu Bupati Sinjai menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS di wilayah kepulauan merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat dalam memastikan masyarakat yang membutuhkan tidak terlewatkan dari berbagai program pemberdayaan maupun bantuan sosial.
“Kehadiran BAZNAS di tengah-tengah masyarakat Pulau Sembilan hari ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah dan lembaga zakat hadir untuk memastikan tidak ada saudara-saudara kita yang tertinggal,” ucapnya.
Menurut Bupati, Pemerintah Kabupaten Sinjai terus berkomitmen melakukan berbagai upaya penanggulangan kemiskinan di seluruh wilayah, termasuk Kecamatan Pulau Sembilan.
Ia mengakui, masyarakat Pulau Sembilan masih menghadapi sejumlah keterbatasan, mulai dari akses air bersih, infrastruktur hingga akses pasar yang memadai. Kondisi tersebut membutuhkan intervensi pemerintah serta dukungan dari berbagai pihak.
“Karena itu, intervensi pemerintah dan dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk menjawab berbagai keterbatasan yang masih dihadapi masyarakat di wilayah kepulauan,” jelasnya.
Bupati menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sinjai akan terus fokus pada berbagai program intervensi, di antaranya perbaikan rumah tidak layak huni, pelatihan kerja berbasis kompetensi bagi keluarga miskin, serta percepatan penurunan angka stunting melalui layanan posyandu terintegrasi.
“Kami juga akan terus memperkuat kolaborasi dengan BAZNAS, khususnya dalam pemberian bantuan modal usaha bagi masyarakat berpenghasilan rendah, agar masyarakat dapat mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati mengajak masyarakat yang telah memenuhi kewajiban zakat untuk menyalurkannya melalui lembaga resmi. Dengan demikian, pengelolaan dan pendistribusian zakat dapat dilakukan secara tepat sasaran sesuai prinsip syariah dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Di akhir sambutannya, Bupati berpesan kepada para penerima bantuan agar memanfaatkannya secara bijak dan bertanggung jawab.
“Untuk itu, saya berpesan agar manfaatkan bantuan ini dengan bijak. Jadikan sebagai modal awal untuk membangun kemandirian ekonomi dan kelola dengan penuh rasa tanggung jawab,” pesan Bupati.