SINJAI,- Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, membuka kegiatan Sosialisasi Rencana Kegiatan Penyelenggaraan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 melalui Usulan Sistem Informasi Pengusulan Rehabilitasi Irigasi (SIPURI) Tahap I Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Senin (31/8/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan rehabilitasi jaringan irigasi guna memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya di Kabupaten Sinjai.
Dalam sambutannya, Bupati Sinjai menyampaikan apresiasi atas kehadiran BBWS Pompengan Jeneberang di Kabupaten Sinjai. Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat melalui program rehabilitasi jaringan irigasi merupakan bentuk nyata perhatian negara terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan petani.
"Pemerintah Kabupaten Sinjai sangat menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran Balai Pompengan Jeneberang di daerah kita. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam mendukung sektor pertanian kita," ujar Hj. Ratnawati Arif.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat telah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, dan Pengelolaan Sistem Irigasi untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional.
Menurutnya, instruksi tersebut mengamanatkan seluruh pihak untuk bergerak cepat dalam menangani berbagai persoalan jaringan irigasi, sehingga kebutuhan air bagi petani dapat terpenuhi secara cukup, tepat waktu, dan berkeadilan.
Bupati menyebut, Kabupaten Sinjai dengan potensi pertanian dan luas lahan sawah yang dimiliki menjadi salah satu daerah yang membutuhkan perhatian dalam pengelolaan serta peningkatan infrastruktur irigasi. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan, di antaranya kondisi jaringan irigasi yang sudah tua, pintu-pintu air yang mengalami kerusakan, serta saluran irigasi yang tersumbat.
Untuk itu, Bupati Sinjai menitipkan tiga pesan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
Pertama, kepada BBWS Pompengan Jeneberang, Pemerintah Kabupaten Sinjai menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan penuh, mulai dari penyediaan data, fasilitasi lapangan, koordinasi dengan pemerintah daerah, hingga dukungan masyarakat.
Kedua, kepada para camat, kepala desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, Bupati meminta agar menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, khususnya petani. Ia berharap seluruh pihak dapat ikut mengawal, menjaga, dan mengawasi pelaksanaan program agar berjalan transparan serta tidak merugikan masyarakat.
Ketiga, kepada para petani melalui Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Bupati mengingatkan pentingnya menjaga dan memelihara jaringan irigasi yang telah direhabilitasi.
"Irigasi ini milik kita bersama. Setelah direhab, mari kita pelihara bersama. Jangan sampai baru satu atau dua tahun sudah rusak lagi karena tidak dirawat," pesannya.
Bupati optimistis, melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, TNI-Polri, dan masyarakat, target ketahanan pangan di Kabupaten Sinjai dapat diwujudkan.
Mengakhiri sambutannya, Hj. Ratnawati Arif berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Sinjai.
"Semoga Allah Swt. meridhoi ikhtiar kita dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat dan petani di Kabupaten Sinjai," pungkasnya.