‎Wakil Bupati Sinjai Audiensi dengan Dinas PSDA Sulsel, Bahas Percepatan Revitalisasi Irigasi Kalamisu, Appareng, dan Pembangunan Tiga Embung

0

MAKASSAR, - Wakil Bupati Sinjai, A. Mahyanto Mazda, melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Astina Abbas, bertempat di Kantor PSDA Pemprov Sulsel, Makassar, pada Senin (8/6/2026). Audiensi ini membahas sejumlah rencana strategis pembangunan infrastruktur sumber daya air di Kabupaten Sinjai.
‎Dalam pertemuan tersebut, Wabup A. Mahyanto diterima langsung oleh Kepala Dinas PSDA Sulsel, Hj. Astina Abbas, didampingi oleh Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air, Wisna. Pembahasan utama difokuskan pada percepatan revitalisasi pembangunan irigasi Kalamisu dan irigasi Appareng di wilayah Kabupaten Sinjai.
‎“Tadi kita telah melakukan pertemuan dengan Ibu Kadis PSDA terkait perencanaan pembangunan, yaitu yang pertama masalah percepatan pembangunan irigasi Kalamisu, dan irigasi Appareng, baik Irigasi Appareng I maupun Appareng II. Kedua irigasi ini sangat vital bagi produktivitas pertanian di Sinjai,” ungkap A. Mahyanto usai audiensi.
‎Selain irigasi, Wabup juga menyampaikan rencana pembangunan tiga unit embung yang telah disiapkan di dua kecamatan. “Pembangunan embung telah kita siapkan di tiga lokasi, yaitu dua unit di Kecamatan Tellulimpoe dan satu unit di Kecamatan Sinjai Barat. Embung-embung ini diharapkan dapat mendukung ketahanan air bagi lahan pertanian dan masyarakat sekitar,” tambahnya.
‎A. Mahyanto mengapresiasi sambutan positif dari Kepala Dinas PSDA Sulsel. “Alhamdulillah, Ibu Kadis menerima dengan baik, bahkan berterima kasih atas kedatangan kita, karena pertemuan seperti ini menunjukkan adanya sinergi informasi dan penguatan koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Insyaallah, dalam waktu dekat perencanaan pembangunan irigasi Kalamisu dan irigasi Appareng dapat segera dikerjakan di tahun ini,” jelasnya.
‎Dalam audiensi tersebut, Wabup juga menyampaikan aspirasi masyarakat nelayan terkait pengerukan muara Sungai Tangka yang menjadi akses masuk kapal nelayan menuju Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Lappa. “Kami sampaikan tentang pengerukan muara Sungai Tangka sebagai jalur kapal nelayan yang masuk di PPI Lappa. Ini menjadi kebutuhan mendasar masyarakat, khususnya nelayan, karena muara sudah semakin dangkal sehingga akses kapal nelayan menjadi sempit dan mengganggu aktivitas melaut,” tambahnya.
‎Namun demikian, terkait pengerukan muara Sungai Tangka, perlu koordinasi lebih lanjut dengan kementerian terkait mengingat kewenangannya berada di tingkat pusat. Pemerintah Kabupaten Sinjai akan terus menjalin komunikasi dan koordinasi intensif dengan berbagai pihak agar seluruh program pembangunan infrastruktur sumber daya air ini dapat segera terwujud dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, khususnya petani dan nelayan di Bumi Panrita Kitta.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)