Staf Ahli Bupati Buka Pelatihan Da'i-Da'iyah dan Mabit, Cetak Kader Dakwah Muda

0

SINJAI,- Bupati, yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, H. Burhanuddin, resmi membuka Pelatihan Kaderisasi Da'i dan Da'iyah serta Mabit (Malam Bina Iman dan Takwa) yang digelar Majelis Da'i Muda Kabupaten Sinjai bertempat di Aula SMK Negeri 1 Sinjai, Sabtu (7/11/2026).

Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mencetak kader dakwah muda yang kreatif, komunikatif, dan berakhlak mulia.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh ratusan peserta dari kalangan santri, pelajar, mahasiswa, serta organisasi kepemudaan. Kegiatan dibagi dalam beberapa gelombang untuk memastikan pembinaan berjalan intensif dan tepat sasaran. Selain pembekalan materi keislaman, public speaking, dan strategi dakwah digital, peserta juga mengikuti Mabit sebagai sarana penguatan spiritual dan pembinaan karakter.

Dalam sambutannya, Burhanuddin menegaskan bahwa kader dakwah muda harus mampu menjawab tantangan zaman. Ia meminta para peserta tidak lagi menggunakan pola dakwah yang monoton, melainkan lebih kreatif dalam membaca kondisi masyarakat.

"Kalau dengan pola yang biasa dan tradisional, penyampaian nilai dakwah dan spiritual bisa menimbulkan kejenuhan dan dianggap tidak relevan dengan kondisi zaman. Harapannya kalian harus lebih kreatif, lebih inovatif untuk melihat sisi mana dan siapa yang mendengarkan nilai dakwah yang akan kita sampaikan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bupati, lanjut Staf Ahli Burhanuddin, menitipkan kepada para peserta beberapa pesan: jadikanlah kegiatan ini sebagai momentum untuk memperdalam ilmu agama dan mengasah kemampuan berdakwah. Jangan pernah berhenti belajar, karena dakwah yang baik lahir dari ilmu yang benar. Teladanilah akhlak Rasulullah Saw. Dakwah bukan hanya soal retorika, tetapi juga tentang bagaimana kita menampilkan kepribadian yang jujur, amanah, dan penuh kasih sayang. Terapkanlah falsafah Bugis Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge—saling memanusiakan, saling menghormati, dan saling mengingatkan dalam kebaikan.

"Saya mengajak kepada para peserta, jadilah agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Gunakan ilmu dan keterampilan yang kalian dapatkan untuk menjadi pelopor dalam kegiatan keagamaan, menjadi teladan dalam beribadah, dan menjadi problem solver bagi persoalan di sekitar kalian," pinta Burhanuddin.

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah fasilitator dan pemateri yang kompeten di bidang dakwah, komunikasi, dan pembinaan karakter. Peserta mendapatkan pembekalan intensif, mulai dari pemahaman keislaman, teknik public speaking, hingga keterampilan berdakwah melalui media sosial dan platform digital. Melalui Mabit, peserta juga diajak memperkuat keimanan, membangun kebiasaan qiyamul lail, dan mempererat ukhuwah di antara sesama kader dakwah.

Pemerintah daerah berharap program ini melahirkan generasi da'i dan da'iyah muda yang mampu menjadi garda terdepan dalam menyebarkan pesan agama yang moderat, komunikatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Ke depan, pembinaan kader dakwah akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)