SINJAI,- Setelah penantian panjang selama kurang lebih satu dekade, warga Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, akhirnya dapat menikmati akses air bersih yang layak. Program penyediaan air bersih yang dirintis sejak tahun 2014 silam tersebut kini telah tuntas dan siap melayani kebutuhan sehari-hari masyarakat setempat.
Kepala Desa Terasa, Nasse, di saksikan Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif menjelaskan bahwa perjalanan untuk menghadirkan air bersih di Dusun Tonrong bukanlah hal yang mudah. Sejak ide program digagas pada 2014, berbagai tantangan teknis dan administratif harus dilalui, salah satunya survei sumber mata air. Hal ini di sebabkan karena salah satu faktor alam dan lokasi bebatuan yang cukup menyulitkan.
"Alhamdulillah, hari ini kita bisa menyaksikan hasil kerja keras bersama. Warga Dusun Tonrong yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau, kini bisa tersenyum. Ini adalah kado terindah bagi desa kami," ujar Nasse.
Pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa Terasa, Pemerintah Kecamatan Sinjai Barat, serta dukungan dari Pemerintah Daerah dalam hal ini Instansi/Dinas terkait.
Dengan terealisasinya program ini, kata Nasse, Pemerintah Desa Terasa berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat fasilitas air bersih tersebut secara bersama - sama agar dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang panjang. Ke depan, desa akan fokus pada optimalisasi pelayanan dan pemeliharaan jaringan agar aliran air tetap lancar dan bersih bagi seluruh warga Dusun Tonrong.
Sementara itu, Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif juga turut mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas perjuangan panjang dalam menghadirkan infrastruktur seperti akses jalan dan air bersih yang telah dirintis sejak tahun 2014 akhirnya dapat terwujud secara bertahap.
"Inilah pentingnya kehadiran pemerintah di tengah masyarakat secara inklusif. Pemerataan pembangunan mulai dari wilayah terpencil hingga ke gugus kepulauan di Kabupaten Sinjai harus menjadi perhatian serius. Mari kita hilangkan ego sektoral agar tidak ada masyarakat yang merasa tertinggal atau tidak merasakan keadilan pembangunan," ujar Ratnawati usai meresmikan salah satu akses saluran air bersih di Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Rabu (28/10/2026) sore.
Ratnawati juga menyinggung upaya pemerintah dalam mengupayakan infrastruktur pertanian maupun irigasi yang memadai. Pemkab Sinjai secara aktif mengidentifikasi dan mengusulkan kebutuhan irigasi. Dinas PUPR Sinjai telah mengusulkan sekitar 52 titik daerah irigasi untuk dioptimalkan. Usulan ini diajukan melalui aplikasi Sistem Informasi Usulan Irigasi Kementerian PUPR, yang merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan irigasi. Untuk Tahap I Tahun Anggaran 2026, Kabupaten Sinjai berhasil mendapatkan kurang lebih 36 titik lokasi rehabilitasi melalui usulan.
"Di setiap kesempatan sering saya tekankan pentingnya peran serta Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) untuk ikut mengawasi, menjaga, dan memelihara jaringan irigasi yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," kunci Bupati Ratnawati di dampingi Kepala Dinas PUPR, Haris Ahmad dan Kepala Dinas Pertanian, H Kamaruddin.