SINJAI,- Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif, menerima bantuan produk susu sebanyak 316 dos untuk anak usia 5 sampai 8 tahun dan Sebanyak 93 dos lainnya disalurkan melalui Muslimat NU dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Republik Indonesia yang didukung oleh PT Nestlé Indonesia. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Kamis (15/10/2026).
Bantuan tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada penerima manfaat yang telah terdata di sembilan kecamatan di Kabupaten Sinjai, sebagai bagian dari upaya mendukung pemenuhan gizi anak, khususnya bagi anak yang mengalami stunting dan anak dari keluarga miskin ekstrem.
Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan komitmen pemerintah dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, khususnya di Sulawesi Selatan.
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Triwulan III Tahun 2026 yang menjadi acuan dalam mengidentifikasi keluarga miskin dan rentan.
Prioritas penerima bantuan diberikan kepada 52 anak yang tercatat mengalami stunting. Selanjutnya, sebanyak 264 dos susu dialokasikan untuk anak dari keluarga miskin ekstrem atau kelompok desil 1.
Penyaluran juga menerapkan ketentuan satu anak untuk setiap Kartu Keluarga (KK) agar bantuan dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan. Seluruh calon penerima akan diverifikasi oleh Tim Pendamping Keluarga di tingkat desa dan kelurahan untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.
Bupati Ratnawati didampingi Kepala Dinas P3AP2KB, A Ariany Djalil menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Sinjai.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk stimulan yang perlu diiringi dengan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat, terutama melalui peran tenaga kesehatan dan pihak terkait dalam meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pemenuhan gizi anak.
“Bantuan ini sifatnya stimulan. Karena itu, kita harus terus mengedukasi masyarakat, terutama keluarga yang masuk dalam kategori yang telah ditetapkan, agar kesadaran terhadap pemenuhan gizi dan kesehatan anak semakin meningkat,” ujarnya.
Ia juga berharap dukungan terhadap masyarakat miskin dan rentan tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga melibatkan dunia usaha serta kelompok masyarakat yang memiliki kepedulian sosial.
Pemerintah Kabupaten Sinjai, lanjutnya, akan terus mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk mendampingi masyarakat agar mampu meningkatkan kesejahteraan dan keluar dari kategori kemiskinan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa; Staf Ahli Bupati Bidang Sosial dan SDM, Sofwan Sabirin; Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, A. Tenri Rawe Baso; Kepala Dinas Kesehatan, dr. Kahar Anies; Kepala Dinas Sosial, A. Baso Mangurawa; para camat; Ketua Nahdlatul Ulama (NU); serta para penyuluh keluarga berencana (KB) se-Kabupaten Sinjai..