SINJAI,- Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa memimpin Rapat Koordinasi Tim Teknis Transisi Sekolah Rakyat Permanen di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Selasa (8/9/2026).
Rapat tersebut membahas hasil evaluasi dari kunjungan Tim Transisi Sekolah Rakyat Permanen yang dilakukan sebelumnya, terkait aspek sarana, prasarana dan fasilitas pendukung yang masih memerlukan koordinasi serta penanganan lintas perangkat daerah.
Dalam arahannya, Andi Jefrianto menekankan pentingnya membangun sistem kerja yang jelas dalam pengelolaan Sekolah Rakyat. Setiap unsur yang terlibat harus memiliki pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas.
Ia juga meminta agar pengelolaan sekolah didukung dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas, terutama terkait pengawasan peserta didik, keamanan, kebersihan, kesehatan, pengelolaan asrama, hingga mekanisme penanganan apabila terjadi masalah dan mendorong agar pihak Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 dapat terus berkoordinasi bersama Pemerintah Daerah.
Selain tata kelola, ia pun menyoroti pentingnya pendataan peserta didik secara utuh. Data tersebut tidak hanya mencakup aspek pendidikan, tetapi juga kondisi keluarga, sosial ekonomi, kesehatan dan pembinaan peserta didik.
Hal ini dinilai penting karena Sekolah Rakyat tidak semata-mata menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dukungan terhadap kebutuhan peserta didik secara menyeluruh.
“Peserta didik jangan hanya dilihat sebagai siswa, tetapi sebagai individu yang memiliki kebutuhan pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi. Karena itu, kondisi mereka dan keluarganya harus kita ketahui secara utuh,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Andi Jefrianto juga menekankan penguatan peran guru dan pembimbing, termasuk layanan konseling. Proses pembelajaran harus berjalan sesuai standar, baik dari sisi kurikulum, tenaga pendidik, sarana pembelajaran maupun sistem informasi.
Di sisi lain, layanan kesehatan peserta didik juga perlu dilakukan secara berkala dan tidak hanya diberikan ketika terjadi kasus. Pemantauan kesehatan fisik, kesehatan lingkungan maupun kesehatan mental peserta didik perlu menjadi bagian dari sistem pengelolaan sekolah dengan melibatkan perangkat daerah dan fasilitas kesehatan terkait.
Terkait sarana dan prasarana, ia meminta seluruh kebutuhan dan kekurangan yang ditemukan dalam kunjungan Tim Transisi dapat diinventarisasi secara jelas untuk kemudian dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait.
“Pada prinsipnya kita harus membangun sistem kerja. Apa yang menjadi kebutuhan harus jelas, siapa yang menangani juga harus jelas, sehingga tindak lanjutnya dapat dilakukan secara terarah dan tidak saling menunggu,” ungkapnya.
Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sinjai memastikan berbagai hasil evaluasi Tim Transisi dapat segera ditindaklanjuti, sehingga penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kab. Sinjai dapat berjalan secara optimal, aman, tertib dan mampu memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas bagi peserta didik.
Hadir dalam rapat koordinasi tersebut, Asisten Pemerintah dan Kesra Setdakab. Sinjai, para Kepala Perangkat Daerah terkait, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kab. Sinjai dan Pihak PT Nindya Karya.