Bupati Sinjai Terima Audiensi BNNK Bone, Perkuat Sosialisasi dan Deteksi Dini Bahaya Narkoba

0

Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, menerima audiensi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bone, AKBP H. Risman Sani, di Rumah Jabatan Bupati Sinjai pada Senin (21/9/2026). 

Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara BNN Kabupaten Bone dan Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di wilayah Bone, Sinjai, Soppeng, dan Wajo.

Dalam pertemuan itu, BNN Kabupaten Bone mendorong Pemerintah Kabupaten Sinjai untuk terus memperkuat sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika serta meningkatkan upaya deteksi dini di berbagai instansi dan lingkungan masyarakat. AKBP H. Risman Sani menyampaikan bahwa berdasarkan data yang ada, angka penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Sinjai menunjukkan kecenderungan menurun dari tahun ke tahun. 

Kondisi tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan melalui sosialisasi dan langkah-langkah pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan. "Kami meminta kepada pemerintah daerah melalui Bupati agar seluruh instansi terus menggalakkan sosialisasi terkait bahaya narkoba, termasuk melakukan deteksi dini," ujarnya.

Selain sosialisasi, deteksi dini melalui tes urine juga dinilai penting untuk memastikan lingkungan kerja dan instansi terbebas dari penyalahgunaan narkotika. Upaya tersebut telah dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Bone, Soppeng, dan Wajo. 

"Di beberapa tempat yang dianggap perlu dilakukan deteksi dini, kami melaksanakan tes urine untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan narkoba. Alhamdulillah, dari pelaksanaan tes urine yang dilakukan kemarin, hasilnya nihil," jelasnya. 

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sepanjang periode 2020 hingga 2026, terdapat 31 orang yang telah menjalani asesmen di BNN Kabupaten Bone terkait penyalahgunaan narkotika, dan saat ini angka tersebut menunjukkan kecenderungan penurunan.

Pihak BNN Kabupaten Bone juga berharap masyarakat yang masih memiliki persoalan terkait penyalahgunaan narkoba dapat lebih proaktif untuk mendapatkan penanganan dan pendampingan, sebab penyalahgunaan narkotika dapat terjadi pada berbagai kalangan, termasuk pekerja maupun pihak swasta. 

"Ke depan kami berharap dengan sinergi seluruh tokoh, baik tokoh agama, tokoh masyarakat maupun instansi terkait, kita dapat terus menekan angka penyalahgunaan narkoba," tuturnya. 

Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sinjai, BNNK, instansi terkait, serta seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika, sehingga Kabupaten Sinjai dapat semakin terbebas dari bahaya narkoba.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)