SINJAI,- Pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih di Kabupaten Sinjai bertujuan mengintegrasikan ekosistem perikanan bagi masyarakat dan potensi hasil laut.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat menerima kunjungan Guru Besar bidang Fisiologi Akuakultur/Fisiologi Lingkungan dan Kepala Pusat Studi Asia Tenggara Universitas Hasanuddin, Makassar, Prof. Ir. Muhammad Iqbal Djawad, M.Sc., Ph.D., di Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Senin (31/08/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Iqbal turut mengikutsertakan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pascasarjana Fakultas Perikanan dari berbagai negara. Ia menyampaikan rencana kunjungan ke Wisata Mangrove Tongke-tongke di Kecamatan Sinjai Timur dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lappa di Kecamatan Sinjai Utara.
“Alasan kami memilih lokasi tersebut karena kami mendengar bahwa Tongke-tongke merupakan salah satu kawasan ekowisata mangrove terluas di Indonesia dan pusat restorasi bakau andalan yang pemeliharaannya berbasis masyarakat.”
“TPI Lappa merupakan fish market terbesar di Sulawesi Selatan yang menyediakan berbagai jenis ikan dan hasil laut. Hal ini sangat memicu ketertarikan untuk berkunjung langsung di lokasi,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Sinjai menyampaikan potensi kelautan dan perikanan yang ada di Kabupaten Sinjai.
“Selaku Pemerintah, kami sangat menyadari bahwa Kabupaten Sinjai memiliki potensi kelautan dan perikanan yang menjadi salah satu sektor penting dalam mendukung perekonomian masyarakat. Potensinya mencakup perikanan tangkap dan budidaya, dengan hasil laut yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Maka dari itu, potensi tersebut terus didorong untuk dikembangkan sebagai salah satu sektor yang mendukung perekonomian masyarakat. Pengelolaannya diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan, serta mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan,” jelas Bupati.