SINJAI,- Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Sinjai, Andi Ilham Abubakar, menegaskan bahwa tidak ada pembukaan lahan atau area, melainkan pemanfaatan lahan kritis dan kosong dalam budidaya sawit.
Pernyataan ini diungkapkan Andi Ilham saat mewakili Bupati Sinjai dalam pembukaan Sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 1 tentang Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) Kabupaten Sinjai 2025–2029 yang berlangsung di Aula Gedung Layanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sinjai, Kamis (27/8/2026).
Asisten Andi Ilham menyampaikan bahwa tujuan kegiatan sosialisasi ini bukan sekadar menyampaikan isi regulasi, tetapi juga membangun kesamaan persepsi dan komitmen seluruh pihak agar implementasi RAD-KSB dapat berjalan secara efektif. Ia menilai bahwa keberhasilan pelaksanaan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, petani, pihak swasta dan perbankan, lembaga swadaya masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat.
"Pembangunan sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit, memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja. Namun demikian, pembangunan tersebut harus dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan, yaitu mampu memberikan manfaat ekonomi, menjaga kelestarian lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat secara seimbang," kata Andi Ilham.
"Atas dasar itulah Pemerintah Kabupaten Sinjai menetapkan Peraturan Bupati tentang Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan sebagai pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan dalam melaksanakan pembangunan perkebunan kelapa sawit yang lebih terarah, terukur, bertanggung jawab, dan berkelanjutan," lanjutnya.
Andi Ilham Abubakar juga menjelaskan bahwa pengembangan perkebunan kelapa sawit diarahkan pada peningkatan tata kelola yang baik dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan secara berkelanjutan, disertai penguatan kapasitas petani melalui pendampingan, penyuluhan, serta penerapan praktik budidaya yang baik.
Selain itu, pengelolaan kelapa sawit juga memperhatikan kelestarian lingkungan hidup dan mendukung upaya mitigasi perubahan iklim. Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan optimal, diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor dalam mendukung program pembangunan kelapa sawit yang berkelanjutan.
Pembukaan sosialisasi ini dihadiri oleh kepala perangkat daerah dan perwakilan, kepala bagian Setdakab Sinjai, Camat Tellulimpoe, Sinjai Tengah, Bulupoddo, Sinjai Timur, dan Sinjai Selatan, serta seluruh instansi terkait yang terlibat dalam RAD-KSB Kabupaten Sinjai.