SINJAI, - Staf Ahli Bupati Sinjai Bidang Sosial dan SDM, H. Sofwan Sabirin, S.Sos., M.M., mewakili Bupati Sinjai membuka secara resmi kegiatan Darul Arqam Madya (DAM) XII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) se-Indonesia Timur Tahun 2026 yang berlangsung di Auditorium H.M. Amir Zaid UIAD Sinjai, Senin (22/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh kader IMM dari berbagai daerah di kawasan Indonesia Timur sebagai bagian dari proses kaderisasi tingkat madya.
Dalam sambutannya, H. Sofwan Sabirin menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta di Kabupaten Sinjai yang dikenal sebagai Bumi Panrita Kitta. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran para peserta menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sinjai sebagai tuan rumah kegiatan yang menghadirkan calon-calon pemimpin masa depan. Menurutnya, Darul Arqam Madya merupakan bagian penting dari proses kaderisasi yang telah lama menjadi kekuatan IMM dalam melahirkan kader intelektual yang berintegritas dan berkomitmen terhadap kemajuan bangsa.
Ia menjelaskan bahwa Darul Arqam bukan sekadar sebuah kegiatan formal, melainkan warisan nilai perjuangan yang berakar dari sejarah Islam. Darul Arqam, kata dia, merupakan refleksi dari proses pembinaan yang dilakukan Rasulullah SAW di rumah Arqam bin Abi Arqam dalam membentuk generasi pemimpin yang memiliki kekuatan ideologis, intelektual, dan spiritual.
"Oleh karena itu, saya berharap peserta mampu memaknai kegiatan ini sebagai sarana menempa diri menjadi kader yang siap menghadapi berbagai tantangan zaman," pinta sofwan.
Pada kesempatan tersebut, H. Sofwan juga mengatakan bahwa tema yang diangkat dalam DAM XII, yakni “Internalisasi Nilai Rausyan Fikr: Mewujudkan Kepemimpinan Adaptif.” tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini. Rausyan Fikr dalam tradisi Muhammadiyah menggambarkan sosok manusia tercerahkan yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kedalaman spiritual, kepekaan sosial, serta keberanian moral dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan kemaslahatan umat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa di era Society 5.0 yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat, seorang pemimpin dituntut memiliki kemampuan adaptif tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai dasar yang diyakini. Kepemimpinan adaptif, menurutnya, adalah kemampuan untuk merespons perubahan secara tepat, menyesuaikan strategi dengan situasi yang berkembang, namun tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip moral dan etika. Melalui Darul Arqam Madya, diharapkan lahir pemimpin-pemimpin muda yang cerdas, kuat secara spiritual, serta mampu menjawab tantangan masa depan.
Menutup sambutannya, H. Sofwan Sabirin mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan ini sebagai ruang belajar, berdiskusi, dan menginternalisasi nilai-nilai Rausyan Fikr secara sungguh-sungguh. Ia juga memberikan apresiasi kepada Pimpinan Cabang IMM Kabupaten Sinjai atas dedikasinya dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
"Pemerintah Kabupaten Sinjai berharap DAM XII se-Indonesia Timur dapat menjadi momentum lahirnya kader-kader muda yang berilmu, berakhlak, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menjadi agen transformasi yang membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan umat khususnya di Kabupaten Sinjai," kunci Sofwan