SINJAI,- Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, memimpin pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) Lingkup Pemerintah Kabupaten Sinjai yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Sinjai, Senin (20/4/2026).
Dalam sambutannya, Andi Jefrianto menyampaikan bahwa HKN bukan sekadar rutinitas di lapangan upacara, melainkan momentum untuk menegaskan kembali wibawa pemerintah melalui kinerja nyata. Ia pun menjelaskan bahwa saat ini Transfer Ke Daerah (TKD) terus mengalami pengetatan yang berdampak pada ruang gerak fiskal daerah dan hal tersebut menuntut kita untuk terus berinovasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap dapat diberikan dengan optimal.
"Kita harus jujur melihat realita bahwa saat ini kita berada pada tahun-tahun sulit, Namun keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan lunturnya semangat pengabdian. Di tengah himpitan tersebut, semangat "Sama-Samaki" harus menjadi ruh dalam setiap tindakan kita. Kuncinya adalah bergerak dalam satu komando perubahan: Satu Data, Satu Riset, dan Satu Inovasi," ungkapnya.
Dengan Satu Data seluruh OPD harus terintegrasi dalam satu pintu koordinasi, adapun dengan Satu Riset setiap program kerja di OPD memiliki kualitas akademik yang tangguh dan hal ini dapat melibatkan Balitbangda sebagai mitra strategis dan dengan Satu Inovasi setiap unit kerja harus melahirkan minimal satu terobosan dan dengan inovasi tersebut diharapkan mampu memangkas birokrasi yang mahal dan berbelit, sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat tetap optimal meskipun dukungan anggaran terbatas.
Lebih lanjut, Andi Jefrianto menekankan bahwa wibawa pemerintah kita dipertaruhkan pada kemampuan mengelola keterbatasan dengan cerdas. Ia pun mengajak agar seluruh ASN Pemkab Sinjai terus berinovasi dan profesional dalam menjalankan tugas, dan memperkuat kolaborasi serta bekerja lebih keras untuk mewujudkan Kabupaten Sinjai yang lebih unggul.
Melalui kesempatan tersebut, Sekda Andi Jefrianto juga menghimbau kepada seluruh ASN yang memiliki anak usia 9-59 bulan yang belum mendapatkan campak Ori untuk segera membawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan imunisasi campak dan mengantisipasi jika ada keluarga pendatang yang mengalami gejala-gejala campak.
"Tercatat dalam data Dinas Kesehatan ada beberapa Kelurahan/Desa di Kabupaten Sinjai yang tertular campak dari pendatang luar daerah, sehingga saya berharap jika ada keluarga pendatang yang mengalami demam atau tanda-tanda campak agar memanggil home care untuk segera dilakukan pemeriksaan," ungkapnya.
Saat ini Kabupaten Sinjai masih dengan Kejadian Luar Biasa dan pelaksanaan Ori Campak menjadi langkah strategis untuk mencegah perluasan penularan dan memutuskan rantai penularan campak tersebut.
Pelaksanaan upacara HKN tersebut, dihadiri oleh para Staf Ahli Bupati, para Asisten Setda, para Kepala Perangkat Daerah, para Kabag Setda, Camat dan para Lurah Se Kec. Sinjai Utara dan ASN Lingkup Pemkab Sinjai.