Bupati Sinjai Audiensi dengan GM PLN UID Sulselrabar, Perjuangkan Jaringan Listrik untuk Kampung Boja

0
MAKASSAR,- Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, mempertegas komitmennya untuk mewujudkan pembangunan jaringan listrik di Kampung Boja, Dusun Safaere, Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai. Guna merealisasikan aspirasi masyarakat tersebut, Bupati Hj. Ratnawati melakukan audiensi dengan General Manajer (GM) PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, pada Senin (13/4/2026) di Kantor Pusat PT. PLN (Persero) UID Sulselrabar, Makassar.
‎Dalam audiensi tersebut, Bupati Sinjai didampingi oleh Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Sinjai, A. Irwansyahrani Yusuf. Kehadiran Bupati secara langsung di kantor pusat PLN ini menunjukkan keseriusan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam memperjuangkan hak dasar masyarakat akan akses energi listrik.
‎Pada kesempatan tersebut, Bupati Hj. Ratnawati Arif menyampaikan secara langsung aspirasi masyarakat Kampung Boja yang selama ini masih menikmati gelapnya malam tanpa aliran listrik. Beliau menekankan bahwa kehadiran listrik sangat vital untuk menggerakkan roda perekonomian dan pemberdayaan masyarakat di wilayah tersebut.
‎“Saya datang ke sini membawa suara dan harapan masyarakat Kampung Boja. Mereka sangat membutuhkan listrik untuk meningkatkan kualitas hidup, menggerakkan usaha kecil, serta memberikan penerangan bagi anak-anak mereka yang ingin belajar di malam hari. Listrik bukan lagi kemewahan, tetapi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Pemerintah Kabupaten Sinjai berkomitmen kuat untuk mengawal dan memperjuangkan agar Kampung Boja segera menikmati aliran listrik,” ujar Bupati Ratnawati dengan penuh semangat.
‎Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran PLN yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan listrik di Kabupaten Sinjai. Ia berharap sinergi antara Pemkab Sinjai dan PLN terus terjalin erat untuk mewujudkan penerangan bagi seluruh wilayah.
Sementara itu, General Manajer PT. PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyampaikan bahwa pembangunan jaringan listrik di Kampung Boja sebenarnya telah masuk dalam skala proyek Tahun 2026 maupun tahun-tahun berikutnya. Namun, penyediaan jaringan listrik tersebut saat ini masih terkendala pada jalur jaringan yang direncanakan melewati kawasan hutan lindung. Kawasan hutan lindung tersebut merupakan kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
‎“PLN sebenarnya sudah memiliki program untuk melistriki beberapa lokasi, termasuk Kampung Boja. Namun, prosesnya masih berjalan karena terkendala perizinan penggunaan lahan hutan. Kami sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat. Masalah perizinan kehutanan ini harus diselesaikan secara prosedural, dan ini juga menjadi perhatian serius dari Kementerian Kehutanan,” jelas Edyansyah.
‎Edyansyah juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kepemimpinan dan kepedulian Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif. Menurutnya, langkah-langkah konkret yang dilakukan Bupati Sinjai patut didukung penuh.
‎“Ibu Bupati Sinjai luar biasa. Beliau adalah tokoh yang sangat peduli terhadap pembangunan daerah. Kami melihat langkah-langkah konkret beliau, dan sebagai instansi jaringan kelistrikan, kami akan dukung penuh. Beliau juga menyampaikan akan melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait perizinan, termasuk dengan Gubernur dan Dirjen Kehutanan. Mudah-mudahan upaya Ibu Bupati ini dapat berjalan lancar, sehingga perizinan bisa cepat terealisasi dan kami segera masuk ke lokasi. PLN siap all out,” tambahnya.
‎Lebih lanjut, Edyansyah menegaskan bahwa PLN selalu didukung penuh oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Bahkan, Kementerian ESDM berulang kali meminta PLN untuk segera melistriki desa-desa yang belum terjangkau listrik. Namun, kendala utama tetap pada izin penggunaan kawasan hutan.
‎“Tentu PLN selalu didukung penuh oleh Kementerian ESDM. Bahkan Kementerian ESDM berulang kali meminta kami segera melistriki desa-desa tersebut. Hanya saja, kami tetap terkendala izin. Semoga masalah izin ini dapat dibantu penyelesaiannya dengan baik,” pungkas Edyansyah penuh harap.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)