SINJAI,- Andi Jefrianto Asapa, memimpin pelaksanaan Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Sinjai, Senin pagi (17/11/2025). Upacara yang rutin digelar setiap tanggal 17. Momen HKN kembali menjadi pengingat pentingnya kedisiplinan dan integritas sebagai aparatur pemerintah dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan bahwa Hari Kesadaran Nasional merupakan sarana untuk meneguhkan komitmen bersama dalam memperkuat nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan profesionalisme. Sekda menegaskan bahwa ASN harus terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi etika dan integritas. “Momentum ini menjadi refleksi bagi kita semua agar terus memperbaiki diri dan bekerja sepenuh hati demi kemajuan Sinjai,” ujarnya.
Lebih jauh, Sekda menguraikan arah pembangunan nasional yang saat ini fokus menjawab tantangan penting, mulai dari pemerataan ekonomi, peningkatan kualitas SDM, hingga penguatan kedaulatan negara. Salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto adalah ketahanan pangan. Ia menegaskan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar rakyat dan pilar utama kemandirian bangsa. Tanpa ketahanan pangan yang kuat, pembangunan di sektor lain akan sulit mencapai hasil optimal.
Sekda menjelaskan bahwa pembangunan ketahanan pangan bertujuan memastikan ketersediaan, distribusi, dan konsumsi pangan yang cukup, aman, dan bergizi bagi seluruh penduduk. Upaya ini harus diwujudkan secara berkelanjutan dari tingkat nasional hingga desa, dengan memanfaatkan potensi lokal secara optimal. Ketahanan pangan, kata Sekda, harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan semua lapisan terkait.
Sejalan dengan kebijakan nasional tersebut, Kabupaten Sinjai turut menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas pembangunan daerah. Sekda mengungkapkan rasa syukur atas capaian Indeks Ketahanan Pangan Kabupaten Sinjai tahun 2024 yang mencapai 82,31 atau masuk kategori “Sangat Tahan Pangan”. Prestasi ini, menurutnya, merupakan hasil kerja keras pemerintah, petani, nelayan, pelaku UMKM, serta seluruh masyarakat Sinjai. Pemerintah daerah juga terus memperkuat cadangan pangan, mengendalikan inflasi, dan menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat terdampak bencana.
Pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Sinjai telah menyalurkan sedikitnya 8 ton beras cadangan pangan pemerintah kepada masyarakat di Kecamatan Sinjai Tengah, Sinjai Barat, serta Kelurahan Lappa yang terdampak longsor dan banjir. Sekda menegaskan bahwa kehadiran pemerintah selalu menjadi prioritas, terutama dalam kondisi sulit. Langkah-langkah ini, menurutnya, merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat.
Prestasi lain yang turut membanggakan adalah keberhasilan Desa Saotengnga, Kecamatan Sinjai Tengah, meraih Juara I Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dengan tema ketahanan pangan. Desa tersebut dinilai mampu mengelola lumbung pangan dengan baik, mengembangkan UMKM berbasis pangan lokal, serta memberdayakan kelompok tani dan wanita tani secara berkelanjutan. Sekda berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Sinjai untuk mengembangkan inovasi sesuai potensi masing-masing.
Di akhir sambutannya, Sekda mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk terus memperkuat komitmen dalam membangun ketahanan pangan daerah. Ia menekankan pentingnya penerapan pola konsumsi B2SA serta pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam tanaman pangan, sayur, buah, dan TOGA. “Kalau setiap rumah menanam, maka Sinjai akan panen,” tekan Sekda. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah dan mengajak semua pihak bekerja bersama untuk mewujudkan Sinjai yang mandiri pangan, sehat, dan sejahtera.